Setting Router Di Debian 4.0
Pertama-tama siapkan komputer dengan 2 lan card yaitu eth0 dan eth1.
1. Pastikan program iptables udah terinstall
2. Kemudian buka konsole
3. Hapus aturan-aturan yang sudah ada dengan perintah sebagai berikut:
* iptables –flush
* iptables –table nat –flush
* iptables –delete-chain
* iptables –table nat –delete-chain
4. Kemudian lakukan pengaturan untuk masquerade dan forwarding dengan perintah sebagai berikut:
* iptables –table nat –append POSTROUTING –out-interface eth0 -j MASQUERADE
* iptables –append FORWARD –in-interface eth1 -j ACCEPT
* echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
5. Simpan aturan firewall yang telah dibuat dengan perintah sebagai berikut:
* iptables-save > /etc/firewall.conf
6. Kemudian buatlah sebuah file dengan nama iptables pada direktori /etc/network/if-up.d/iptables:
* vi /etc/network/if-up.d/iptables
* didalamnya ketikkan perintah:
#!/bin/sh
iptables-restore < /etc/firewall.conf
echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
* Kemudian simpan file tersebut
7. Berikan akses untuk eksekusi agar aturan firewall yang telah dibuat dapat digunakan sejak proses booting dengan perintah:
chmod +x /etc/network/if-up.d/iptables
8. Restart Komputer anda untuk melakukan pengetesan aturan iptables.
9. Selesai.
sumber:firdauslinux.wordpres.com
Selengkapnya...
Rabu, 11 Maret 2009
Setting Router Di Debian 4.0
Diposting oleh |w_4n Blogzzz di 12.46 0 komentar
Label: Tugas
setting DHCP server di debian 4.0
Kembali lagi di distro Debian 4.0 :D salah satu distro favorit saya.
Sekarang saya ingin membahas pembuatan DHCP server dengan debian 4.0.
Ok… langsung ke cara-caranya aja ya: :D
1. Buka Konsole
2. Login sebagai root dengan perintah:
su-
3. Kemudian install dhcp-server dengan perintah:
apt-get install dhcp
4. Kemudian edit file /etc/dhcp/dhcpd.conf:
Berikan tanda pagar pada setiap baris yang belum ditandai pagar,Kemudian tambahkan skrip seperti di bawah ini:
subnet 29.29.29.0 netmask 255.255.255.0 {
range 29.29.29.2 29.29.29.254;
option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address 29.29.29.255;
option routers 29.29.29.1;
option domain-name “ns1.debian.com”;
option domain-name-servers 172.17.17.100;
default-lease-time 21600; max-lease-time 43200;
}
subnet 192.168.200.0 netmask 255.255.255.0 {
}
Sedikit akan saya jelaskan maksud dari skrip diatas.
subnet 29.29.29.0 netmask 255.255.255.0
digunakan untuk memasukkan subnet dari IP dan netmask yang akan dipakai oleh client dari dhcp server .
range 29.29.29.2 29.29.29.254;
Digunakan untuk menentukan range dari IP client yaitu dari 29.29.29.2 s/d 29.29.29.254
option subnet-mask 255.255.255.0;
Untuk subnet-mask samakan dengan netmask yang ada di baris 1.
option broadcast-address 29.29.29.255;
Untuk menentukan IP broadcast yang akan digunakan.
option routers 29.29.29.1;
Digunakan untuk menentukan gateway yang digunakan.
option domain-name “ns1.debian.com”;
Baris ini digunakan untuk memberikan nama dari host dns server
option domain-name-servers 172.17.17.100;
Baris ini digunakan untuk menentukan ip dari dns server.
subnet 192.168.200.0 netmask 255.255.255.0 {
}
perintah ini digunakan untuk menentukan subnet dari lan card yang terhubung dengan internet.
Selengkapnya...
Diposting oleh |w_4n Blogzzz di 12.25 0 komentar
Label: Tugas
Jumat, 27 Februari 2009
Pengenalan HTML
Pengenalan HTML
Hypertext Markup Language merupkan standard bahasa yang digunakan untuk menampilkan document web, yang bisa anda lakukandengan HTML yaitu:
java applet dalam document HTML.
Selengkapnya...
Diposting oleh |w_4n Blogzzz di 22.19 0 komentar
Label: Tugas
Minggu, 22 Februari 2009
Instalasi dan Konfigurasi Samba Server Pada Debian
Instalasi dan Konfigurasi Samba Server Pada Debian
Installasi Samba
#apt-get install samba samba-client
akan muncul beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan konfigurasi samba seperti workgroup dan dhcp server, jawab sesuai dengan jaringan anda.
Menyiapkan User dan Directory
Kita sediakan user dan directory yang akan digunakan untuk directory sharing dan otentikasi, Untuk membuat directory baru menggunakan perintah
#mkdir share
Untuk membuat user baru sekaligus membuat passwordnya menggunakan perintah
#useradd lala #smbpasswd -a lala
Menkonfigurasi File Konfigurasi Samba
File utama konfigurasi samba terletak pada /etc/samba/smb.conf. Konfigurasi file sharing Anda dengan menambahkan :
#vim /etc/samba/smb.conf[SHARE] path=/home/vanfier/share browseable=yes writeable=yes valid users=lala
Test Konfigurasi
Untuk pengecekan Samba bisa menggunakan perintah berikut :
# testparm Load smb config files from /etc/samba/smb.conf Processing section “[homes]“ Processing section “[SHARE]“ Processing section “[printers]“ Processing section “[print$]“ Loaded services file OK. Server role: ROLE_STANDALONE Press enter to see a dump of your service definitions
Bila output Anda sama dengan diatas, maka konfigurasi Anda tidak terdapat error
Sekarang restart samba untuk mendapatkan effect konfigurasi yang telah anda buat
#/etc/init.d/samba restart
Untuk mengetahui lebih banyak tentang option konfigurasi samba, bisa dilihat dengan mengetikan
#man samba
Testing Samba
Untuk testing samba, dapat dilakukan pada terminal debian dengan menggunakan perintah berikut :
#smbclient -L //debianserver -U username
Untuk di windows bisa menggunakan perintah run
Selamat mencoba ...
Selengkapnya...
Diposting oleh |w_4n Blogzzz di 08.07 0 komentar
Label: Tugas
Konfigurasi Sederhana SAMBA Serve
Konfigurasi Sederhana SAMBA Server
Pastikan kita sudah login sebagai root.
Installasi Paket Samba
paket samba sudah ada pada cd Debian, untuk instalasi dapat menjalakan perintah berikut.
#apt-get install samba
Siapkan Direktori yang akan di Share.
#mkdir /home/dataserver
Mengkonfigurasi file konfigurasi Samba.
Secara default file konfigurasi samba ada pada direktori /etc/samba/smb.conf. Gunakan teks editor untuk melakukan konfigurasi.
#pico /etc/samba/smb.conf
Edit baris berikut :
=====================================
[global]
workgroup = labnuxnetbios name = samba-debian
security = share
#skrip berikut untuk sharing file
[dataserver]comment = File Sharing Serverpath=/home/dataserverbrowseable=yeswriteable=yesread only = noguest ok = yes———————————————————————
Simpan hasil konfigurasi : ctrl+x,yes
Restart service samba
Setelah melakukan konfigurasi restrat service samba dengan menjalankan perintah berikut :
#/etc/init.d/samba restart
Pastikan service berjalan sukses.
Jika sukses kita bisa langsung mencoba dengan mengaktifkan web browser koqueror ketikan : misal : smb://192.168.1.1
Selengkapnya...
Diposting oleh |w_4n Blogzzz di 08.05 0 komentar
Label: Tugas
Konfigurasi zebra (Routing Dynamic)
Konfigurasi zebra (Routing Dynamic)
Sebelumnya, file konfigurasi zebra terletak pada direktori /etc/zebra/, dengan nama file zebra.conf. kemudian jalankan daemon zebra, /usr/local/sbin/zebra start &. Jalankan perintah telnet localhost zebra atau telnet localhost 2601
$ telnet localhost zebra
Trying ::1...
telnet: connect to address ::1:Connection refused
Trying 127.0.0.1...
Connected to localhost.localdomain.
Escape character is '^]'.
Hello, this is zebra (version 0.95a).
Copyright 1996-2004 Kunihiro Ishiguro.
User Access Verification
Password:
bsd1-router> en
bsd1-router> enable
Password:
bsd1-router#
inputan password yang pertama menanyakan password untuk login ke terminal zebra, sedangkan inputan password yang kedua atau “enable password” menanyakan password untuk akses yang lebih tinggi ke zebra atau “privileged mode”. Menjelajahi terminal tidaklah sulit. Untuk mendapatkan apa saja perintah yang ada pada setiap mode, tinggal ketikkan “?”, maka segala macam perintah yang ada pada mode tersebut akan tampil dilayar.
- * Konfigurasi zebra-
Konfigurasi minimal dalam artian, saya hanya mengkonfigurasi zebra seminimal mungkin, karena ilmu yang saya miliki masih sangat sedikit (hiks..hiks.. T_T). biasanya pada terminal zebra ini kita hanya mendefinisikan alamat-alamat IP pada interface-interface yang ada pada komputer(router) kita. Dan pada percobaan saya saya mempunyai 2 interface yaitu rl0 dan ed0.
Pada saat berada pada privileged mode, ketikan configure terminal, kemudian interface rl0, ip address 10.10.33.2/27,exit. ketikan kemudian interface ed0, ip address 10.10.34.1/27,ctrl+z.
bsd1-router# configure terminal
bsd1-router(config)# interface rl0
bsd1-router(config-if)# ip address 10.10.33.2/27
bsd1-router(config-if)# exit
bsd1-router(config)# interface ed0
bsd1-router(config-if)# ip address 10.10.34.1/27
bsd1-router(config-if)# tekan ctrl+z
bsd1-router#
Untuk melihat konfigurasi yang telah dibuat ketikkan show running-config
bsd1-router# show running-config
Current configuration:
!
hostname bsd1-router
password zebra
enable password zebra
!
interface ed0
ip address 10.10.34.1/27
!
interface rl0
ip address 10.10.33.2/27
!
line vty
!
Simpan konfigurasi zebra yang telah dibuat dengan perintah write memory atau copy running-config startup-config
bsd1-router# copy running-config startup-config
Selengkapnya...
Diposting oleh |w_4n Blogzzz di 07.55 0 komentar
Label: Tugas
Konfigurasi ospf (Dynamic Routing )
Konfigurasi ospf (Dynamic Routing )
Pada percobaan ini saya memilih ospf sebagai routing protocol. Masuk ke terminal ospf dengan perintah telnet localhost ospfd atau telnet localhost 2604.
$ telnet localhost 2604
Trying ::1...
telnet: connect to address ::1: Connection refused
Trying 127.0.0.1...
Connected to localhost.localdomain.
Escape character is '^]'.
Hello, this is zebra (version 0.95a).
Copyright 1996-2004 Kunihiro Ishiguro.
User Access Verification
Password:
ospfd> enable
Password:
ospfd#
Mendistribusikan network-network yang dimiliki router. Pada router saya, ada 2 interface, maka saya hanya mendefinisikan 2 network yang terhubung dengan router saya. Ketikkan perintah configure teminal, kemudian router ospf
ospfd# configure terminal
ospfd(config)# router ospf
ospfd(config-router)#
mendistribusikan network, ketikkan perintah network 10.10.33.0/27 area 0, network 10.10.34.0/27 area 0.
ospfd(config-router)# network 10.10.33.0/27 area 0
ospfd(config-router)# network 10.10.34.0/27 area 0
ospfd(config-router)# tekan ctrl+z
ospfd#
Untuk melihat konfigurasi yang telah dibuat ketikkan show running-config
ospfd# show running-config
Current configuration:
!
hostname ospfd
password 8 bJFoEOB0obLL6
enable password 8 4DwwIFdKLWvU.
log stdout
service password-encryption
!
interface ed0
!
interface rl0
!
router ospf
network 10.10.33.0/27 area 0.0.0.0
network 10.10.34.0/27 area 0.0.0.0
!
line vty
!
Simpan konfigurasi ospf yang telah dibuat dengan perintah write memory atau copy running-config startup-config
ospfd# copy running-config startup-config
Selengkapnya...
Diposting oleh |w_4n Blogzzz di 07.53 0 komentar
Label: Tugas
KONFIGURASI RIP di ROUTER
KONFIGURASI RIP di ROUTER
Gunakan perintah :
debian:/# mc
Kemudian masuk direktory /etc/quagga/ .
Lalu tekan Tab. dan masuk direktory /usr/share/doc/quagga/examples.
Dan copykan zebra.c~.sample dan ripd.co~.sample di direktory /etc/quagga/ dengan cara tekan F5 lalu enter.
Setelah itu, aktifkan daemons ;
Tekan F4, lalu ganti tulisan=no pada zebra dan ripd dengan tulisan=yes.
Lalu tekan F2 untuk menyimpan.
Kemudian keluar dari mc , tekan F10
Masuk pada root anda.
Lalu masuk direktori /etc/quagga/. :
copy zebra.conf dan ripd.conf dengan perintah :
debian:/etc/quaqqa#cp zebra.conf.sample zebra.conf
debian:/etc/quagga#cp ripd.conf.sample ripd.conf
Lalu restart dengan perintah :
debian:/# /etc/init.d/quagga restart (tunggu beberapa menit)
Kemudian konfigurasikan router dengan protokol RIP :
$ telnet localhost 2602
Trying ::1...
telnet: connect to address ::1: Connection refused
Trying 127.0.0.1...
Connected to localhost.localdomain.
Escape character is '^]'.
Hello, this is zebra (version 0.95a).
Copyright 1996-2004 Kunihiro Ishiguro.
User Access Verification
Password:
ripd> enable
Password:
ripd#
Mendistribusikan network-network yang dimiliki router. Pada router saya, ada 2 interface, maka saya hanya mendefinisikan 2 network yang terhubung dengan router saya. Ketikkan perintah configure teminal, kemudian router rip
ripd# conf t
ripd(config)# router ripd
ripd(config-router)#
mendistribusikan network, ketikkan perintah network 192.168.20.0/24 yang kita peroleh dan ketikan perintah network 192.168.23.0/24 untuk kita berikan pada router lain
ripd(config-router)# network 192.168.20.0/24
ripd(config-router)# network 192.168.23.0/24
ripd(config-router)# tekan ctrl+z
ripdd#
Untuk melihat konfigurasi yang telah dibuat ketikkan show running-config
ripd# show running-config
Simpan konfigurasi rip yang telah dibuat dengan perintah write memory atau copy running-config startup-config
ripd# copy running-config startup-config
Selengkapnya...
Diposting oleh |w_4n Blogzzz di 07.51 0 komentar
Label: Tugas
Konfigurasi - RIP (Routing Information Protocol) pada router Cisco
Konfigurasi - RIP (Routing Information Protocol) pada router Cisco
Berikut adalah cara konfigurasi RIP tersebut pada router A:
Router A> ena
Router A# config t
Router A(config)# router rip /*masuk ke konfigurasi RIP
Router A(config-router)# version 1
/*untuk menentukan versi berapa yang kita pakai (1 atau 2, defaultnya adalah 1), beda antara kedua versi tersebut bisa anda cari di google =P
Router A(config-router)# passive-interface fa 0/0
/*command ini agar jaringan yang terhubung ke local network melalui fast ethernet 0/0 tidak dikirimi update routing tabel, tujuannya adalah mengurangi load pada jaringan.
Router A(config-router)# network 192.168.1.0
Router A(config-router)# network 202.100.100.0
/*menginformasikan kepada router bahwa dia terhubung dengan jaringan-jaringan diatas.
Untuk konfigurasi pada Router B secara umum hampir sama, yang perlu kita ubah adalah informasi yang kita berikan kepada router B mengenai jaringan yang berada di sekitarnya (192.168.1.0 tidak terhubung ke Router B, melainkan 192.168.2.0).
Selengkapnya...
Diposting oleh |w_4n Blogzzz di 07.42 0 komentar
Label: Tugas
Instalasi & Konfigurasi Quagga (Routing Dynamic)
Instalasi & Konfigurasi Quagga (Routing Dynamic)
Untuk menggunakan Quagga,yang diperlukan adalah install software-nya dengan :
#apt-get update # jika belum update
#apt-get install quagga
Kemudian konfigurasi akan berada pada /etc/quagga, dan edit file debian.conf dan daemons.conf.
1. enable kan daemon zebra dulu dan buat file konfigurasi kosong:
zebra=yes
bgpd=no
ospfd=no
ospf6d=no
ripd=no
ripngd=no
isisd=no
buat file kosong dan memberikan password dengan perintah :
#touch /etc/quagga/zebra.conf
#echo “password password” > /etc/quagga/zebra.conf
2. restart quagga dengan /etc/init.d/quagga restart, cek proses dengan: ps ax pastikan deamon zebra ada.
3. lakukan konfigurasi interface eth0, lo sit dll dengan zebra :
#telnet localhost zebra
masukan password
Perintah konfigurasi quagga mirip dengan perintah konfigurasi Cisco IOS kalau Anda sudah familiar dengan Cisco.
Setelah masuk ke quagga mari kita konfigurasi interface :
1. masuk ke terminal konfigurasi
#ena (enable konfigurasi)
#conf t # kalau lupa pake ? sebagai help-nya.
#hostname aing (nama hostname)
#password ena maneh (enable password)
#int eth0
#link-detect (kalau jalan atau nggak koneksi)
# ip addr 192.168.75.1/24 (set alamat ip)
#end
#write
#sh run (untuk melihat konfigurasi)
Oc, Anda sudah bisa mengkonfigurasi interface dengan zebra, jadi mengganti konfigurasi dengan perintah
#ifconfig eth0 192.168.75.1 netmask 255.255.255.0
2. Routing Statis
#conf t
#ip route 10.0.0.0/8 192.168.75.254 ( route ke 10.0.0.0/8 gateway 192.168.75.254
Oke anda bisa melakukan routing statik dengan zebra, mengganti perintah
#route add -net 10.0.0.0/8 gw 192.168.75.254
Selanjutnya karena quagga merupakan routing daemon dengan OSPF, RIP, BGP dll maka saatnya melakukan routing dinamis. Contoh sederhana akan menggunakan OSPF untuk routing pada INHERENT kami. Kami mendapatkan IP address inherent 167.205.132.27/29 (lupa lagi prefik networknya) dan alamat IP publik kami adalah 222.124.204.192/27 (telkom astinet nih). Kemudian local node terdekat adalah ITB mengalokasikan kami pada OSPF area 10.
Konfigurasinya :
1. Nyalakan daemon OSPF /etc/quagga/daemons.conf
zebra=yes
bgpd=no
ospfd=yes
ospf6d=no
ripd=no
ripngd=no
isisd=no
2. konfigurasi ospf
#telnet localhost ospf
set password dan hostname, sama spt di atas
#conf t
#router ospf
#network 167.205.132.0 area 10 (nanti di cek lagi perintahnya)
#redistribute connected
Selengkapnya...
Diposting oleh |w_4n Blogzzz di 07.37 0 komentar
Label: Tugas
Perintah apt-get & dpkg Debian GNU/Linux
Perintah apt-get & dpkg Debian GNU/Linux
Debian GNU/Linux memiliki sistem manajemen paket yang terbaik (tp bersifat relatif sih). Hanya dengan menggunakan apt sebagai tools advanced untuk paket.
* Install software menggunakan apt
# apt-get install software
* Update daftar paket yang terdapat di sources.list
# apt-get update
* Update software menggunakan apt
# apt-get upgrade
* Untuk merubah daftar mirror apt
# apt-setup
* Mencari paket
# apt-cache search package
* Uninstall software menggunakan apt
# apt-get remove software
Shortcuts / Cheatcodes
* update daftar paket
# apt-get update
* update the available package lists
# dselect update
* upgrade all installed packages
# apt-get upgrade
* installs package
# apt-get install pkg
* uninstall package
# apt-get remove pkg
* show all installed and removed packages
# dpkg -l
* show install status of package
# dpkg -l pkg
* show all packages that match pattern
# dpkg -S pattern
* list packages that contain string
# dpkg
* list files in package
# dpkg -L pkg
* show status of package
# dpkg -s pkg
* show details of package
# dpkg -p pkg
* list relevant packages
# apt-cache search string
* install package from a deb file
# dpkg -i file.deb
* purge package (and config?)
# dpkg -P pkg
* re-run the configure for a package
# dpkg-reconfigure pkg
* get the source
# apt-get source pkg
* config build-deps for source and install as needed
# apt-get build-dep
* install package from specific release
# apt-get -t release install pkg
* prevent name from running at bootup
# update-rc.d -f name remove
* upgrade the distribution
# apt-get dist-upgrade
Proses booting LTSP
Diposkan oleh blog Q di 09:06 .
undefined
undefined
Label: tugas
# Setelah proses POST selesai, kemudian kode Etherboot yang terdapat pada ROM network card tersebut akan dieksekusi.
# Kode buatan Etherboot tersebut kemudian akan mencari network card yang terpasang. Jika berhasil ditemukan maka network card tersebut akan di-initialisasi.
# Kode Etherboot tersebut kemudian akan mengirimkan sinyal ke jaringan berupa permintaan DHCP (DHCP Request). Permintaan DHCP tersebut akan disertai dengan MAC Address dari network card yang digunakan.
# DHCPD daemon yang aktif di server kemudian akan memperoleh sinyal permintaan tersebut, dan akan mencari data pada file konfigurasi yang ada.
# DHCPD daemon kemudian akan mengirimkan paket balasan, berisi beberapa informasi. Paket balasan ini akan berisi informasi berikut :
# IP Address untuk workstation tersebut
# Konfigurasi NETMASK untuk jaringan internal
# Lokasi file kernel yang akan di-download.
# Parameter tambahan untuk dikirimkan ke kernel, melalui baris perintah kernel.
# Kode Etherboot kemudian akan menerima balasan dari server, dan kemudian melakukan konfigurasi TCP/IP pada network card dengan parameter yang diterima.
# Dengan menggunakan TFTP ( Trivial File Transfer Protocol ), kode Etherboot kemudian akan berusaha untuk melakukan download file kernel dari server.
# Setelah kernel berhasil didownload sepenuhnya di workstation, kode Etherboot kemudian akan meletakkan kernel tersebut ke lokasi memory yang tepat.
# Kontrol kemudian akan diambil alih oleh Kernel. Kernel ini kemudian akan melakukan initialisasi seluruh system dan peralatan terpasang yang dikenali.
# Sampailah pada bagian yang sangat menarik. Pada bagian akhir dari kernel terdapat image filesystem, yang akan diletakkan di memory sebagai sebuah ramdisk, dan sementara di-mount sebagai root filesystem. Hal ini dilakukan dengan memberikan baris perintah root=/dev/ram0 yang kemudian akan memberitahu kernel untuk melakukan proses mount pada image tersebut sebagai root directory.
# Pada umumnya, setelah kernel selesai melalui proses booting, akan dieksekusi program init. Tetapi, pada kasus ini, dilakukan perubahan dengan menginstruksikan kernel untuk melakukan membaca shell script. Hal tersebut dilakukan dengan memberikan parameter init=/ linuxrc pada baris perintah kernel.
# Script /linuxrc tersebut kemudian akan memeriksa PCI bus, mencari network card. Setiap perangkat PCI yang ditemukan, kemudian akan dilakukan proses pencarian pada file /etc/ niclist, untuk mencari apakah perangkat tersebut ada pada daftar tersebut. Jika ditemukan, maka nama module dari NIC tersebut akan diambil untuk kemudian dieksekusi. Untuk ISA card, module driver tersbut HARUS dirinci pada baris perintah kernel, disertai dengan IRQ atau parameter alamat yang dibutuhkan.
# Setelah network card berhasil diidentifikasi, maka script /linuxrc akan mengambil modul kernel yang mendukung network card tersebut.
# dhclient kemudian akan dijalankan, untuk melakukan query informasi ke DHCP server. Permintaan tersebut dilakukan untuk kedua kalinya, karena jika menggantungkan pada hasil query yang dilakukan oleh Etherboot, maka informasi tersebut tidak sepenuhnya dapat diterima oleh kernel. Kernel kemudian akan mengabaikan konfigurasi NFS Server yang disertakan sebagai parameter tambahan root-path. Hal ini perlu dilakukan jika dimiliki NFS server yang berada pada server terpisah dari TFTP server.
# Ketika dhclient memperoleh jawaban dari server, kemudian akan dieksekusi file /etc/dhclient- script, yang mana kemudian akan berusaha membaca konfigurasi untuk kemudian melakukan setup pada interface eth0.
# Sampai pada proses ini, filesystem root berada di ramdisk.. Selanjutnya, script /linuxrc akan melakukan proses mount ulang pada filesystem melalui NFS. Direktori yang di-export pada server umumnya adalah /opt/ltsp/i386. Proses tersebut tidak bisa langsung melakukan proses mount filesystem yang baru sebagai /. Proses mount akan terlebih dahulu dilakukan pada / mnt. Kemudian, dilakukan pivot_root. pivot_root kemudian akan melakukan pertukaran filesystem root yang aktif dengan filesystem baru. Setelah proses tersebut, filesystem NFS akan di-mount pada /, dan filesystem root terdahulu akan di-mount pada /oldroot.
# Setelah proses mount dan pivot pada filesystem root yang baru selesai, shell script /linuxrc telah selesai melakukan perintah yang ada, dan saatnya diperlukan untuk menjalankan program init yang seharusnya.
# Init kemudian akan membaca file /etc/inittab dan mulai melakukan setting environtment workstation tersebut.
# Init menggunakan konsep runlevel, dimana tiap runlevel memiliki konfigurasi services yang berbeda. LTSP workstation akan diawali pada runlevel '2'. Konfigurasi tersebut dapat dilihat pada baris initdefault pada file inittab.
# Salah satu item yang berada pada urutan awal yaitu perintah rc.local yang akan aktif sementara workstation berada pada tahap 'sysinit'.
# Script rc.local kemudian akan membuat ramdisk sebesar 1 mb untuk menyimpan file-file yang akan dibuat atau diubah.
# Ramdisk akan di-mount sebagai direktori /tmp. Semua file yang akan dituliskan sebenarnya akan diletakkan pada direktori /tmp, dan nantinya akan terdapat symbolic link yang mengacu pada file-file tersebut.
# Filesystem /proc kemudian di-mount.
# Jika workstation ditentukan untuk melakukan swap over NFS, maka direktori /var/opt/ltsp/ swapfile akan di-mount sebagai /tmp/swapfiles. Jika, belum tersedia swapfile untuk workstation tersebut, maka akan dibuat secara otomatis. Ukuran dari swapfile tersebut ditentukan pada file lts.conf .
# Swapfile kemudian akan diaktifkan, dengan menggunakan perintah swapon.
# Interface loopback akan dikonfigurasi. Interface tersebut nantinya akan menggunakan IP Address 127.0.0.1.
# Jika Local apps diaktifkan, maka direktori /home akan di-mount, sehingga aplikasi tersebut dapat mngakses direktori home.
# Beberapa direktori kemudian akan dibuat pada filesystem /tmp untuk menyimpan beberapa file sementara yang dibutuhkan sewaktu system berjalan. Direktori yang akan dibuat tersebut adalah sebagai berikut :
# /tmp/compiled
# /tmp/var
# /tmp/var/run
# /tmp/var/log
# /tmp/var/lock
# /tmp/var/lock/subsys
# Proses selanjutnya adalah melakukan konfigurasi pada system X Windows. Pada file lts.conf, terdapat parameter yaitu XSERVER. Jika parameter tersebut tidak diketemukan, atau ditentukan menjadi "auto", maka akan dilakukan proses deteksi. Jika card yang digunakan adalah PCI, maka akan diambil PCI Vendor dan Device id, untuk kemudian dicari apakah terdapat pada file /etc/vidlist.
Selengkapnya...
Diposting oleh |w_4n Blogzzz di 07.33 0 komentar
Label: Tugas
LTSP (Linux terminal Server Project)
LTSP (Linux terminal Server Project)
LTSP (http://www.ltsp.org/) adalah suatu project yang mengeksplorasi
kemampuan Linux untuk aplikasi diskless XTerminal.
XTerminal merupakan salah satu model thin client yang dapat dibangun dengan
platform Linux. Teknologi yang mirip sistem mainframe ini semakin populer karena
dapat menghemat sumber daya hardware tanpa perlu mengurangi performance.
Platform Linux yang kian berkembang dan memasyarakat telah terbukti
memberikan banyak solusi alternative yang mendorong efisiensi, penghematan
biaya dan kemudahan kerja. Sifatnya yang open telah melahirkan berbagai
kombinasi baru dibidang teknologi informasi dan dapat dimanfaatkan oleh siapa saja
yang mau memanfaatkannya. Jadi anda dapat bayangkan dengan banyak terminal
komputer kita cukup menyediakan satu harddisk.Dengan demikian teknologi Thin
Client, kita dapat mengoptimalkan komputer yang lama tidak kita pakai untuk dapat
digunakan kembali dengan mode GUI.
Ini adalah mekanisme client-server. Client di-boot menggunakan disket /
bootrom yang sudah terpasang kernel Linux. Setelah kernel di-load dalam memory,
ia mulai bekerja untuk mencari server yang memiliki DHCP atau Boot Protocol
(BOOTP). Server yang menangkap permintaan client memeriksa terlebih dahulu
apakah client tersebut sudah terdaftar sebagai komputer yang boleh masuk. Kalau
ya, server me mberikan IP Address kepada client, dan selanjutnya menjalankan
XWindow dimana prosesnya terjadi di server namun hasilnya tampak di client.Dilihat
dari cara ker janya, sistem ini sangat cocok untuk mereka yang memiliki dua
komputer atau lebih. Dengan kata lain sangat banyak institusi yang bisa
memanfaatkan telnologi XTerminal seperti WarNet, perkantoran, penyewaan
komputer, atau bagi mereka yang hanya sekedar mencoba untuk menggunakan
Linux sebagai sistem operasi sehari-hari.
Seperti kita ketahui dalam suatu jaringan jumlah server lebih sedikit
ketimbang client. Sistem XTerminal sendiri bisa dipasang dengan satu server dan
beberapa client, sehingga penggunaannya memberikan berbagai keuntungan
seperti:
- Spesifikasi komputer untuk client sangat minimal.
- Upgrading hardware dan program menjadi lebih mudah karena hanya
terjadi di sebuah komputer server.
Akhirnya dari keseluruhan point diatas diperoleh penghematan biaya serta
waktu yang digunakan untuk instalasi dan perawatan sistem.
Panduan Lengkap Membangun Server Menggunakan Linux SuSE 9.1
Instalasi
Setting Komputer Server
Sebelum memulai mensetting komputer server, terlebih dahulu persiapkan file
RPMS dari ltsp yang dibutuhkan untuk setup pada Linux SuSE 9.1 system server.
File ltsp terdiri dari 3 bagian, yaitu :
Lts_core-1.03-1.i386.rpm
Paket core dari lts, termasuk file sistem root, didalamnya terdapat konfigurasi utility
dan dokumentasi untuk komoputer terminal. Dokumentasi akan terinstall dalam direktori
/usr/doc/lts-1.03. Versi dari dokumentasi ini berupa file html, sgml, postscri
ript dan text.
Linux kernels
Pre-compiled kernel untuk booting tanpa harddisk/diskless dengan melalui lan card
di dalamnya.
X servers
File yang akan dibutuhkan untuk mengkonfigurasi X server video card yang sesuai
dengan komputer yang dipakai.
File DHCP
DHCP atau dynamic host configuration program adalah program yang
mendistribusikan alamat ip pada setiap mesin yang terhubung ke dalam jaringan.
Pemberian alamat ip secara dinamis ini memudahkan jaringan dengan user yang
banyak.
Cara Kerja
Pada saat terminal/client/terminal/client melakukan proses booting, garis besar proses yang dijalankan
adalah:
1. Mencari alamat ip dari dhcp server.
2. Mengambil kernel dari tftp server.
3. Menjalankan sistem file root dari nfs server.
4. Mengambil program X-server ke dalam memory dan mulai menjalankannya.
5. Melakukan hubungan dengan xdm server dan user login ke dalam xdm server.
Dalam contoh kasus diatas, dhcp server, tftp server, nfs server dan xdm server berada dalam satu mesin komputer atau disebut server. Pada saat komputer terminal/client selesai melakukan proses booting dan user login ke dalam server, beberapa program aplikasi akan berjalan didalam server tetapi output / tampilan akan berada pada komputer terminal/client. Ini adalah teori dasar dari x-windows ltsp. Komputer terminal/client hanya berjalan pada linux kernel, Xfree86, Init dan print server daemon untuk melakukan pencetakan ke dalam lokal printer. Karena progaram ini adalah sangat kecil agar dapat dijalankan pada komputer` terminal/client maka kita dapat melakukan penghematan daya listrik dengan memakai power yang rendah dan dapat dijalankan dengan menggunakan komputer 486 16mb untuk ram dengan tampilan x window terminal/client (tanpa harddisk).
Bila kita menggunakan beberapa komputer terminal/client dengan satu server permasalahan yang timbul jika komputer terminal/client akan berjalan, komputer terminal/client akan butuh untuk menulis beberapa files ke dalam server, dan juga komputer terminal/client membutuhkan untuk menghubungkan beberapa sistem file root. Jika mempunyai 50 komputer terminal/client kita membutuhkan 50 bagian direktori yang
harus diexported. Ini adalah salah satu kenyataan dan tantangan yang harus di coba untuk ditangani.
Garis besarnya, tutorial singkat ini akan memberikan contoh konfigurasi file dan program yang dibutuhkan agar komputer terminal/client dapat berjalan pada saat di booting. Beberapa komputer terminal/client mempunyai spesifikasi perangkat keras yang berbeda. Seperti lan card, vga card dan type
Hardware yang Digunakan
Server
Karena semua proses program dijalankan oleh server, maka hardwarenya harus memiliki spesifikasi
processor, harddisk, dan RAM yang disesuaikan dengan besarnya program dan jumlah terminal/client
yang memanggilnya. Ini menjadi sangat relatif. Tapi untuk instalasi ini penulis menggunakan spesifikasi
server sbb : P-IV, RAM 255 MB, VGA TNT 64 MB, Mouse PS/2, Keyboard PS/2, dan Monitor merek
jankrik.
Terminal/Client
Komputer terminal/client penulis menggunakan P-II 233 RAM 32 MB, karena mencari processor 486
agak sulit, sebuah floppy disk ( disket ), monitor merek tak terkenal, keyboard serial dan mouse serial.
Harddisk tidak diperlukan karena semua program terletak di server.
Distribusi Linux & Jaringan
Distribusi Linux yang penulis gunakan adalah : - RedHat 9.0
Hub dan kabel UTP yang siap untuk di gunakan
Selengkapnya...
Diposting oleh |w_4n Blogzzz di 07.28 0 komentar
Label: Tugas
network operating system novell netware 3.12
network operating system novell netware 3.12
Network Operating System Netware 3.12 dibuat oleh Novell Inc. yang merupakan lanjutan dari versi sebelumnya. Netware 3.12 merupakan 32 bit NetworkOperating System yang bekerja pada prosesor Intel 386 atau versi yang lebih tinggi dengan minimum memory 4 Mb. Netware 3.12 mendukung Desktop Operating System seperti DOS, OS/2 dan UNIX client
=>SYSTEM
Directory yang berisi program file-file pembentuk operating system dan program cadangan untuk supervisor.
=> PUBLIC
Directory yang berisi program file-file utility, user dapat melihat daftar filenya dan melaksanakan tetapi tidak dapat menulis dan menghapus file kecuali diberi kuasa oleh supervisor.
=>LOGIN
Directory yang berisi file-file untuk masuk ke dalam sistem Netware. Direktori ini juga berisi boot file jika menggunakan BOOT ROM pada workstation.
=>HOME
Directory yang disediakan untuk setiap user yang digunakan untuk menyimpan data dalam server Netware. Setiap user bebas menggunakan home directory-nya, home directory seperti lokal disk space user tersebut.
=> MAIL
Directory MAIL berisi subdirectory yang merupakan nomor ID dari user, yang berisi login script user dan konfigurasi print job. Setiap user mempunyai directory sendiri pada directory ini.
=> ETC
Directory yang berisi software-software yang diinstal pada server Netware dan setiap user dapat menggunakan software tersebut.bila diberi kuasa oleh supervisor.
PEMBERIAN HAK
Hak (RIGHTS) yang terdapat pada Netware 3.12 adalah :
=> SUPERVISORY (S)
Memberikan user hak penuh terhadap directory, subdirectory dan file-file-nya.
=> READ (R)
Hak untuk membuka dan membaca file.
=> WRITE (W)
Hak untuk membuka dan memodifikasi file.
=> CREATE (C)
Mengizinkan user untuk membuat file dan subdirectory dalam suatu directory.
=> ERASE (E)
Mengizinkan user untuk menghapus file, subdirectory dalam suatu directory.
=> MODIFY (M)
Memberikan hak pada user untuk merubah attribute dari file, subdirectory dan directory.
=> FILE SCAN (F)
Hak untuk melihat daftar file dalam directory.
=> ACCESS CONTROL (A)
Mengizinkan user untuk merubah trustee assignment dan inherited rights mask.pada file, subdirectory dan directory.
ATRIBUTE DIRECTORY
Atribute Directory pada Netware terdiri dari :
=> SYSTEM (Sy)
Menyebabkan nama directory tak terlihat dengan perintah DIR dari DOS kecuali perintah NDIR dan user tersebut mempunyai trustee FILE SCAN.
=> HIDDEN (H)
Menyebabkan suatu directory tidak terlihat dengan perintah DIR kecuali dengan NDIR.
=> PURGE (P)
Atribut ini menyebabkan berkas file dalam directory yang dihapus tidak bisa diselamatkan atau dikembalikan dengan instruksi SALVAGE.
=> DELETEINHIBIT (D)
Atribut ini mencegah user untuk menghapus directory, kecuali bila diberi hak ERASE dan MODIFY baru bisa menghapus directory tersebut.
=> RENAMEINHIBIT (R)
Atribut ini mencegah user untuk mengganti nama directory, kecuali user diberi hak MODIFY baru bisa mengganti nama directory tersebut.
ATRIBUTE FILE
Atribute File pada Netware terdiri dari :
=> SYSTEM (Sy)
Atribut ini identik dengan HIDDEN file tetapi digunakan pada system file yang berada pada directory SYS:=/SYSTEM.
=> HIDDEN (H)
Menyebabkan suatu file tidak terlihat dengan perintah DIR kecuali dengan NDIR.
=> READ ONLY (Ro)
Menyebabkan file hanya bisa dibaca tidak bisa dirubah atau di-rename kecuali diberi hak WRITE dan ERASE.
=> READ WRITE (Rw)
Merupakan atribut dimana user dapat membaca, merubah dan menyimpan suatu file.
=> SHAREABLE (S)
Atribut ini membolehkan user secara bersamaan mengakses suatu file .
=> EXECUTE ONLY (X)
Atribute ini menyebabkan file hanya bisa dijalankan dan tidak bisa .di-copy atau di-delete.
=> TRANSACTION TRACKING SYSTEM (T)
Atribute ini digunakan untuk menghindari terjadinya corrupt.
=> INDEX (I)
Atribute ini menyebabkan Netware memberikan special FAT, untuk mempercepat proses akses file, umumnya digunakan untuk file yang lebih besar dari 10 Mb.
=> ARCHIEVE (A)
Melindungi file terhadap kehilangan apabila file yang asli terhapus atau rusak.
PERINTAH-PERINTAH DASAR NOVELL NETWARE
=> LOGIN
Untuk mengakses file server atau masuk ke file server
=> Syntax : LOGIN [file server] / [login_name] [script_parameter]
=> Option :
File server : nama server-nya
Login_name : nama user yang hendak masuk
=> Contoh :
LOGIN NW312/USER01
User01 login ke dalam server yang namanya NW312
Jika hanya mempunyai satu server saja cukup ketik LOGIN USER01
=> LOGOUT
Untuk keluar dari file server
=> Syntax : LOGOUT [file server]
=> Option :
File server : nama server-nya
=> Contoh :
LOGOUT User01
Jika Anda login pada server NW312 maka setelah intruksi tersebut, Anda akan kembali ke server default yaitu NW312
=> SETPASS
Untuk merubah password jika user tersebut diberikan hak pada file ini
=> Contoh :
SETPASS
Enter new password for NW312/USER01 :
Retype new password for NW312/USER01 :
The password for NW312/USER01 has been changed
(selama Anda mengetik password tidak terlihat di monitor)
=> WHOAMI
Melihat informasi tentang user
=> Syntax :
WHOAMI [file server] [option]
=> Option :
/Security : melihat security equivalent
/Group : melihat nama group dimana user sebagai anggotanya
/Rights : melihat hak akses user
/Object : melihat object user
/Workgroup : menampilkan nama manajer grup
/SYstem : menampilkan informasi system
/All : menampilkan semua informasi
=> Contoh :
WHOAMI /A
=> USERLIST
Menampilkan nomor hubungan, nama user, network address, node address dan waktu login dari user yang bekerja pada jaringan
=> Syntax : USERLIST [file server name] / [name] [option]
=> Option :
File server : nama server
Name : nama user
Option :
/A : menampilkan network address
/O : menampilkan informasi object
/C : menampilkan informasi per halaman layar
=> Contoh :
USERLIST /C
=> LISTDIR
Menampilkan informasi suatu directory dan subdirectory
=> Syntax :
LISTDIR [path] [option]
=> Option :
/Rights : menampilkan hak akses
/Effective rights : menampilkan hak akses efektif
/Date or /Time : menampilkan tanggal atau waktu pembuatan directory
/Subdirectories : menampilkan subdirectory sampai tingkat terbawah
/All : menampilkan seluruh informasi
=> Contoh :
LISTDIR SYS:PUBLIC
=> NDIR
Menampilkan informasi directory dan file
Syntax : NDIR [path]
ontoh :
=> NDIR SYS:HOME\USER01
=> PEMBUATAN DIRECTORY
MD : membuat directory
RD : menghapus directory
CD : pindah ke suatu directory
=> Contoh :
MD LATIHAN, CD LATIHAN, RD LATIHAN
=> FLAGDIR
Menampilkan atau merubah atribut directory
=> Syntax :
=> FLAG [path] [flaglist]
=> Option :
Path : directory yang hendak dilihat atau dirubah atribut filenya
Flaglist : lihat atribut directory
=> Contoh :
FLAGDIR SYS:HOME\USER01\LATIHAN1
FLAGDIR SYS:HOME\USER01\LATIHAN1 H
(merubah atribut directory LATIHAN1 menjadi HIDDEN)
=> FLAG
Menampilkan atau merubah atribut file
=> Syntax :
FLAG [path] [flaglist]
=> Option :
Flaglist : lihat atribut file
=> Contoh :
FLAG SYS:HOME\USER01\LATIHAN1\BIODATA.TXT
(melihat atribut file BIODATA.TXT
FLAG SYS:HOME\USER01\LATIHAN1\BIODATA +RO +H
(merubah atribut file BIODATA.TXT menjadi READ ONLY dan HIDDEN)
FLAG SYS:HOME\USER01\LATIHAN1\BIODATA -H
(menghapus atribut HIDDEN pada file BIODATA.TXT)
=> SEND
Mengirim berita pendek dari workstation Anda ke user, group atau console file server
=> Syntax :
SEND “message text” TO destination
=> Contoh :
SEND “Rapat dimulai pukul 15.00” TO USER01, USER03
SEND “Rapat dimulai pukul 15.00” TO EVERYONE
(mengirim pesan kepada group EVERYONE)
=> GRANT
Memberikan trustee assignment pada user atau group. Untuk dapat memberikan hak akses tersebut, Anda harus mempunyai hak Access Control
=> Syntax :
GRANT [rightlist] FOR [path] TO [user / group]
=> Option :
Rightlist : lihat hak (RIGHTS )
=> Contoh :
GRANT R W C F FOR G: TO USER04
GRANT M A FOR SYS:\HOME\USER01\LATIHAN1 TO USER07
=> TLIST
Melihat trustee directory atau file pada user atau group.
=> Syntax :
TLIST [path] [user / group]
=> Contoh :
TLIST SYS:HOME\USER01\LATIHAN1
(melihat trustee pada directory LATIHAN1)
=> REVOKE
Digunakan untuk menghapus hak akses file atau directory yang diberikan kepada user atau group. Untuk dapat memberikan hak akses tersebut, Anda harus mempunyai hak Access Control
=> Syntax :
REVOKE [rightlist] FOR [path] FROM [user / group]
=> Option :
Rightlist : lihat hak (RIGHTS )
=> Contoh :
REVOKE R W C F FOR G: FROM USER04
REVOKE M A FOR SYS:\HOME\USER01\LATIHAN1 FROM USER07
=> REMOVE
Digunakan untuk menghapus trustee directory user atau group sehingga tidak mempunyai hak trustee directory assignment terhadap suatu directory atau subdirectory
=> Syntax :
REMOVE [user/group] FROM [path]
=> Contoh :
REMOVE USER04 FROM G:
REMOVE USER07 FROM SYS:\HOME\USER01\LATIHAN1
Selengkapnya...
Diposting oleh |w_4n Blogzzz di 07.25 0 komentar
Label: Tugas
instalasi terminal server dengan windows 2000 server
instalasi terminal server dengan windows 2000 server
Terminal Server yaitu Aplikasi Remote Access yang ada di windows server. Terminal Server di gunakan untuk meremote Server dan juga bisa di gunakan untuk MenSharing ke Beberapa PC (mengunakan server dari beberapa PC lain).
Langkah-langkahnya ;
1. Klik Start cari Administrative tools >> Buka Terminal Service Configuration
2. Setelah membuka Terminal Service Configuration >> pilih Action >> lalu Creat New Connection
3. Setelah itu akan keluar Connection Type yang akan kita gunakan, Citrix dan Microsoft RDP, pilih Microsoft RDP
4. Selanjut nya pilih Data Encryption >> saya memilih Client Compatible
5. Selajut nya masuk ke Remote Control 6. Selanjut nya masuk ke Transport Type
7. Pilih Network Adapter yang akan di gunakan, jika kita mengukan 2 interface
Setelah berhasil membuat Connection Baru kita buka Terminal Services Manager untuk melihat User mana saja yang berhasil masuk ke server kita, dari sini kita bisa juga melakukan disconnect terhadap user.
Untuk meningkatkan keamanan buat user2 siapa saja yang boleh login ke terminal server kita caranya dengan :
Buka Computer Management >> pilih Local Users dan Groups >> Pilih Groups dan cari Remote Desktop Users.
di Remote Desktop Users itulah kita menambahkan user siapa saja yang boleh Login ke Terminal server kita.
Selengkapnya...
Diposting oleh |w_4n Blogzzz di 07.19 0 komentar
Label: Tugas
instalasi client server dengan linux redhat
instalasi client server dengan linux redhat
1. Instal komputer dengan Linux RedHat
2. Jika sudah selesai menginstal Linux RedHat, Instal RDesktop pada komputer.
~Masuk pada Linux RedHat yang berbasis text
~Ketik : cd /mnt/cdrom/
~Tekan Enter
~Ketik “ls” untuk melihat directory
~Ketik : cd RedHat/RPMS/
~Ketik : rpm –ivh rdesktop-1.2.0-1.i386.rpm
~Tunggu beberapa saat untuk menunggu rdesktop terinstal
~Ketik “rd” lalu tab untuk melihat apakah rdesktop sudah terinstal atau
belum
~Atau ketik: rpm –qa | grep rdesktop untuk melihat program rdesktop
3. Jika Rdesktop sudah terinstal,masuk pada linux RedHat berbasis grafis dengan
menekan : Ctrl+Alt+F7
4. Klik start
5. Klik Run Programe
6. Ketik: rdesktop “ip addres server”
7. Klik Ok
8. maka akan muncul rdesktop
9. atau dengan klik start-pilih system tools-klik terminal-ketik rdesktop “ip
address server”
Selengkapnya...
Diposting oleh |w_4n Blogzzz di 07.17 0 komentar
Label: Tugas
Jumat, 20 Februari 2009
PENGENALAN WEB SERVER & MYSQL MENGGUNAKAN XAMPP
Keseluruhan paket tersebut adalah software gratis yang terdiri dari : - Apache server sebagai web server (php gak bisa jalan klo gak ada web server/ web server gak jalan) - MySQL sebagai database - PhpMyADMIN - Paket tambahan lain Kebetulan kita menggunakan paket XAMPP 1.5.3 - MySql 5 - PHP 5 - PHPMyAdmin Dan lain-lain Dengan susunan direktori sebagai berikut : gambar struktur direktori - folder htdocs tidak asing lagi yang digunakan untuk menyimpan file web kita nanti - folder MySQL/BIN berisi file eksekusi untuk mysql - Folder MySQL/DATA berisi semua database yang telah kita buat yang di sajikan dalam bentuk folder juga. DATABASE Database adalah sekumpulan data yang terdiri atas baris dan kolom atau table yang saling terelasi antar satu dan yang lain. Fungsi database : Sebuah database dibuat terpisah dengan bahasa pemrograman yang nanti akan dibuat, dan memiliki gambaran seperti di bawah ini : Gambar hubungan antara database dan bahasa pemrograman Walaupun data-data yang disimpan dalam table hanya terdiri atas baris dan kolom tapi data-data tersebut dapat dimodifikasi sehingga nanti menghasilkan keluaran yang tidak berbasis table lagi . Contohnya : FRIENDSTER Agar lebih jelas lagi bahwa DATABASE merupakan kumpulan table yang saling terelasi. Dan table hanya terdiri dari table dan kolom seperti gambar berikut : Ingat SQL bukan database tapi hanya sebuah bahasa J MySql merupakan database yang paling digemari dikalangan programmer web, dengan alasan bahwa program ini merupakan database yang sangat kuat dan cukup stabil untuk digunakan sebagai media penyimpanan data. MySql support 100% bahasa query…. Namanya aja MySQL Bagaimana menggunakan mysql ? Yang perlu dipahami dalam mysql adalah BAGAIMANA : Untuk mengaktifkan MySQL Biasanya dengan menjalankan MySQLD atau MySQLD-NT pada folder MySQL/BIN. Jika menggunakan paket XAMPP maka tidak perlu lagi menjalankan MYSQLD atau MYSQLD-NT karena dalam paket xampp mysql dapat dijalankan sebagai daemon atau sebagai service (berjalan otomatis ketika computer pertama kali idup) Jika dalam paket xampp juga anda tidak mengaktifkan service mysql-nya maka kita juga dapat menjalankan xampp-start pada folder xampp KENAPA MYSQL HARUS HIDUP DULU? Simple saja, karena intinya mysql gak bisa jalan klo blom idup induknya hahaha (begitulah) BAGAIMANA MENGGUNAKAN MYSQL? Jangan bingung dengan nama-nama program di atas, karena itu hanya nama saja inti dari keseluruhan program di atas sama yaitu Software untuk Manajemen Database MySQL. Sekarang tergantung temen-temen sukanya nanti untuk manajemen database MYSQL pake yang mana? Lewat DOS, PHP-MY-ADMIN, Navicat, MySQL FRONT atau apa… Dan masih banyak lagi program-program yang dapat digunakan untuk manajemen database dan juga jangan lupa manual nya hehehehe (lihat di http://www.mysql.com) Menggunakan MySQL Lewat DOS Untuk menggunakan DOS Silahkah masuk dulu ke Command Prompt, caranya tekan kombinasi Windows+R (RUN) setelah itu ketik perintah cmd maka masukan perintah : CD C:\Program Files\Xampp\Mysql\Bin [enter] Perintah : Mysql –u nama_user_mysql –h host_database_MYSQL –p [enter] Contoh : Mysql –u root –h localhost –p [enter] Password : [biasanya kosong, kemudian enter] [ bagaimana mudah Membuat Database - create database nama_database; [enter] Menghapus Database : - drop database nama_database; [enter] Melihat database yang ada : - show databases; [enter] Mengaktifkan Database : - use nama_database ; [enter] catatan : ketika database sudah aktif maka otomatis ketika kita membuat table, menghapus table, mengisi data table, melihat table SECARA DEFAULT (standar) mengacu pada database yang telah di aktifkan tadi Melihat Tabel dalam database yang telah diaktifkan : - show tables ; [enter] PENGENALAN WEB SERVER & MYSQL MENGGUNAKAN XAMPP
Kenyataanya bahwa apache, mysql dan paket lain itu terpisah sehingga perlu konfigurasi lagi… karena sudah ada paket instalan maka teknik konfigurasi tidak perlu lagi di lakukan.
keterangan :
inti dari database adalah table dan proses dalam database secara umum hanya terdiri dari proses tambah, ganti, hapus serta pencarian data.
Dari gambar di atas terlihat bahwa sebuah database memang dibangun terpisah dengan bahasa pemrograman yang digunakan dan menyimpulkan bahwa langkah pertama dalam membuat aplikasi SI adalah merancang sebuah database bukan membuat program kemudian merancang database.
SQL (structure query language)
SQL adalah bahasa standar seluruh database baik itu mysql, sqlServer, oracle, paradox, access dan lain-lain. Sehingga dapat disimpulakan bahwa sebuah database tidak-lah dianggap hebat jika tidak mendukung bahasa Query hehehehe
MySQL
Bagaimana Mengaktifkan MySQL ?
setelah itu masuk ke folder XAMPP/MYSQL/BIN, misalnya paket xampp terinstall di c:\program files\xampp\
Jika sudah berhasil maka langkah berikutnya adalah koneksi atau masuk ke dalam mysql.
kemudian command prompt berubah menjadi MYSQL> seperti tanda gambar di atas.
ketika sudah terkoneksi dengan mysql maka perintah-perintah yang dapat dilakukan hanya perintah-perintah cmd mysql saja, bukan lagi perintah cmd windows seperti cd, dir dan lain-lain.
Setiap perintah dalam cmd harus diakhir dengan tandan titik koma (;) kemudian tekan enter, adapun perintah-perintah dalam cmd mysql :
Selengkapnya...
Diposting oleh |w_4n Blogzzz di 08.30 0 komentar
Label: Tugas